Friday, November 1, 2019

Kisel Pendukung Handal Berkembangnya Industri Telekomunikasi

Koperasi Telekomunikasi Selular (Kisel)

 

Abstraksi

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis mengenasi pengertian, ciri-ciri, konsep dan aliran Koperasi Telekomunikasi Selular atau Kisel yang merupakan salah satu koperasi bagian dari perusahaan teknologi informasi yang ada di Indonesia yaitu Telkomsel. Dalam penulisan ini, saya menggunakan metode deskriptif analitis. Sumber data yang saya gunakan secara online yaitu berasal dari website resmi Koperasi Telekomunikasi Selular dan materi Bahan Ekonomi Koperasi dari dosen kami sebagai pedoman. Metodologi penulisan ini dilakukan dengan mencari sumber informasi yang ada pada website resmi Koperasi Telekomunikasi Selular lalu dibandingkan dengan materi Bahan Ekonomi Koperasi untuk melihat apakah Koperasi Telekomunikasi Selular telah sesuai dengan kaidah yang ada dalam materi tersebut.  Setelah menganalisis, ditemukan hasil bahwa Koperasi Telekomunikasi Selular telah sesuai dengan pengertian koperasi menurut Undang-Undang Dasar Koperasi Nomor 25 Tahun 1992 maupun PSAK, sesuai dengan ciri-ciri koperasi, menganut Konsep Koperasi Barat, serta Aliran Koperasi Persemakmuran, dan Cooperative Commonwealth School. Kesimpulan dari penulisan ini adalah Koperasi Telekomunikasi Selular telah sesuai dengan kaidah materi yang telah diberikan dan Koperasi Telekomunikasi Selular terus meningkatkan untuk lebih tanggap dalam melayani anggotanya (meningkatkan kesejahteraan) dan melayani pasar (ekspansi pasar). Sejalan dengan perkembangan industri telekomunikasi dan lingkungan industri ini, Kisel terus dikembangkan menjadi pendukung yang handal bagi tumbuh dan berkembangnya industri telekomunikasi.

Profil Koperasi Telekomunikasi Selular (Kisel)

Alamat            : Graha Sucofindo Lt. 1 Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 34, Jakarta Selatan Kode Pos    

  12780

Telepon           : +6221 7918 8200

E-mail              : corporate_communications@kiselindonesia.com

Visi

Menjadi koperasi terbaik di Indonesia.

Misi

1.      Menciptakan kesejahteraan bagi para anggota yang berkesinambungan.

2.      Berdaya guna sebagai mitra strategis dan terpercaya bagi industri telekomunikasi dan industri lainnya di Indonesia.

3.      Berkontribusi dalam perkembangan perkoperasian di Indonesia.

4.      Mengelola Kisel dan unit usaha secara profesional dengan menerapkan prinsip "Good Corporate Governance".

Tata Nilai

1.      Belongingness – Mempunyai rasa memiliki dan menjadi bagian dari organisasi untuk memberikan yang terbaik

2.      Enthusiasm – Semangat dalam berkarya dan aktif melakukan pengembangan bisnis

3.      Focus – Memusatkan perhatian untuk mencapai target secara efektif melalui upaya memaksimalkan potensi dan kreasi

4.      Integrity – Bersikap positif dan bertindak sesuai dengan asas perusahaan

5.      Respect – Menghargai berbagai pihak dalam proses interaksi dan sinergi

6.      Service Excellence – Berkomitmen untuk secara konsisten memberi layanan yang terbaik bagi kepuasan pelanggan

7.      Teamwork – Bekerja saling mendukung dan melengkapi untuk mencapai tujuan bersama

 

ANALISIS

BAB I

 

1.1  Pengertian Koperasi Secara Umum

 

Menurut Undang – Undang Dasar Koperasi Nomor 25 Tahun 1992 “Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi yang yang melandaskan kegiatanya berdasarkan atas azas kekeluargaan”.

 

Menurut saya, Koperasi Kisel sesuai dengan pengertian diatas dimana melandaskan kegiatannya berdasarkan azas kekeluargaan karena dalam melakukan kegiatannya mendasarkan pada sikap saling percaya, saling mendukung, serta mengembangkan sikap profesionalisme untuk mencapai tujuan bersama sehingga terjalin kerjasama yang seimbang dan harmonis dan mensejahterakan anggotanya.

 

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomer 27 “Koperasi adalah badan usaha yang menggorganisasir pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip – prinsip koperasi dan kaidah usaha ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat kerja pada umumnya”. Dengan demikian maka koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat dan sokoguru perekonomian nasional.

 

Menurut saya, Koperasi Kisel dari pengertian koperasi menurut PSAK. Karena salah satu tujuan di dalam koperasi tersebut adalah sebagai entity support kebutuhan internal Telkomsel terutama untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia.

 

Maka dengan adanya pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kateristik atau ciri – ciri utama koperasi adalah sebagai berikut :

 

1.      Koperasi dibentuk oleh orang seorang yang memilki satu kepentingan atau satu tujuan ekonomi yang sama.

 

Koperasi Kisel dibentuk untuk mencapai tujuan yang telah dibuat secara bersama-sama dan tercantum dalam visi misinya.

 

2.      Koperasi didirikan dan dikembangkan dengan azas kekeluargaan, yang mengikat pada nilai percaya diri, saling membantu/kesetiakawanan, keadilan, persamaan, dan demokrasi.

 

Koperasi Kisel didirikan dan melaksanakan kegiatannya berdasarkan azas kekeluargaan. Seperti yang sudah disebutkan dalam Tata Nilai, koperasi ini telah  mencerminkan kegiatannya berdasarkan azas kekeluargaan. Ketua pengurus Koperasi Kisel mengatakan bahwa mereka senantiasa mendasarkan pada sikap saling percaya, saling mendukung, serta mengembangkan sikap profesionalisme.

 

3.      Koperasi didirikan, dimodali, dibiayai, diatur, dan diawasi serta dimanfaatkan sendiri oleh anggotanya.

 

Koperasi Kisel terdapat susunan pengawas dan pengurus dalam mengelola dan melaksanakan kegiatannya untuk mencapai tujuan bersama.

 

4.      Fungsi dari badan koperasi adalah menunjang kepentingan ekonomi anggotanya dalam rangka memajukan kesejahteraan anggotanya.

 

Koperasi Kisel memiliki pondasi untuk lebih tanggap dalam melayani anggotanya (meningkatkan kesejahteraan) dan melayani pasar (ekspansi pasar).

 

Jadi, Koperasi Kisel telah sesuai dengan ciri-ciri koperasi yang sudah disebutkan diatas.

 

1.2  Konsep Koperasi

Konsep koperasi menjadi 3 (tiga) macam yakni :

 

1)      Konsep koperasi barat

Koperasi adalah organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang – orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.

 

Menurut saya, Koperasi Kisel sesuai dengan konsep koperasi barat karena koperasi ini didirikan sebagai entity support kebutuhan internal Telkomsel terutama untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia pendukung dan proyek pencetakan invoice yang tersebar di 14 wilayah yang artinya koperasi ini organisasi swasta dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik anggota koperasi maupun perusahaan koperasi yang tercantum dalam misinya.

 

2)      Konsep koperasi sosialis

Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional. Tujuannya untuk merasionalkan factor produksi dari kepemilikan pribadi ke pemilikan kolektif.

 

Menurut saya, Koperasi Kisel kurang sesuai dengan konsep koperasi sosialis. Karena Kisel tidak direncanakan maupun dikendalikan oleh pemerintah, melainkan dengan oleh koperasi itu sendiri. Dan tujuan berdirinya Kisel tidak untuk merasionalkan factor produksi, tetapi, salah satunya untuk menciptakan kesejahteraan bagi para anggota yang berkesinambungan, dan lain-lain.

 

3)      Konsep koperasi negara berkembang

Konsep ini mempunyai ciri–ciri yaitu dominasi dari pemerintah yang terlalu campur tangan dalam hal pembinaan dan pengembangannya. Tujuan dari konsep ini yaitu lebih untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.

Menurut saya, Koperasi Kisel kurang sesuai dengan konsep koperasi negara berkembang. Karena, Kisel tidak terlalu di dominasi dari pemerintah dan dalam hal pembinaan dan pengembangan Kisel telah di kelola oleh susunan pengawas dan pengurus yang telah dibentuk.

 

1.3  Aliran Koperasi

Latar Belakang Timbulnya Aliran Koperasi

Perbedaan ideology suatu bangsa akan mengakibatkan perbedaan system perekonomiannya dan tentunya aliran koperasi yang dianutpun akan berbeda. Sebaliknya, setiap system perekonomian suatu bangsa juga akan menjiwai ideology bangsanya dan aliran koperasinya pun akan menjiwai system perekonomian dan ideologi bangsa tersebut.

Keterkaitan Ideologi, Sistem Perekonomian dan Aliran Koperasi

Tabel 1 : Hubungan Ideologi, Sistem Perekonomian, dan Aliran Koperasi

Ideologi

Sistem Perekonomian

Aliran Koperasi

Liberalisme/Kapitalisme

Sistem Ekonomi Bebas Liberal

Yardstick

Komunisme / Sosialisme

Sistem Ekonomi Sosialis

Sosialis

Tidak termasuk Liberalisme dan Sosialisme

Sistem Ekonomi Campuran

Persemakmuran (Commonwealth)

 

 

 

 

 

 

 

 

Paul Hubert Casselman

Secara umum aliran koperasi yang dianut oleh berbagai negara di dunia dapat dikelompokan berdasarkan peran gerakan koperasi dalam system perekonomian dan hubungannya dengan pemerintah. Paul Hubert Casselman membaginya menjadi 3 aliran:

 

1.      Aliran Yardstick

Ciri – ciri Aliran Yardstick :

·         Aliran ini ada pada negara yang berideologi kapitalis atau ekonomi liberal.

·         Fungsi koperasi dari pada aliran ini adalah sebagai kekuatan untuk mengimbangi, menetralkan, serta mengoreksi kesalahan.

·         Peran pemerintah tidak ada karena keberhasilan dan kejatuhan koperasi ditanggung sepenuhnya oleh para anggotanya.

·         Pengaruh aliran ini lebih kuat pada negara – negara barat, misalnya AS, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dll.

 

Menurut saya, Koperasi Kisel kurang sesuai dengan aliran yardstick. Karena fungsi Koperasi Kisel tidak untuk sebagai kekuatan untuk mengimbangi, menetralkan, serta mengoreksi kesalahan, melainkan untuk melayani anggotanya (meningkatkan kesejahteraan) dan melayani pasar (ekspansi pasar).

 

2.      Aliran Sosialis

Ciri – ciri Aliran Sosialis :

·         Koperasi hanya sebagai alat yang efektif untuk mensejahterakan masyarakat dan menyatukan rakyat.

·         Pengaruh aliran ini lebih kuat pada negara Eropa Timur dan Rusia.

 

Menurut saya, Koperasi Kisel kurang sesuai dengan Aliran Sosialis. Karena Koperasi Kisel tidak hanya sebagai alat efektif untuk mensejahterakan masyarakat dan menyatukan rakyat, tetapi juga untuk  melayani pasar (ekspansi pasar), mitra strategis dan terpercaya bagi industri telekomunikasi dan industri lainnya di Indonesia.

 

3.      Aliran Persemakmuran (Commonwealth)

·         Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.

·         Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat.

·         Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (Partnership). Pemerintah sangat berperan dalam menciptakan pertuimbuhan ekonomi yang stabil bagi koperasi.

Menurut saya, Koperasi Kisel sesuai dengan Aliran Persemakmuran (Commonwealth), ini dikarenakan sebagai lembaga koperasi, Kisel melayani anggotanya (meningkatkan kesejahteraan) dan melayani pasar (ekspansi pasar). Sejalan dengan perkembangan industri telekomunikasi dan lingkungan industri ini, Kisel terus dikembangkan menjadi pendukung yang handal bagi tumbuh dan berkembangnya industri telekomunikasi.

Dimana dari kegiatan Koperasi Kisel tersebut membuktikan bahwa Kisel sebagai sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat.

E.D. Damanik

Dalam buku “Kemakmuran Masyarakat Berdasarkan Koperasi” karangan E.D. Damanik, Membagi koperasi menjadi 4 aliran atau schools of cooperatives berdasarkan peranan dan fungsinya dalam konstelasi perekonomian negara, yakni :

·         Cooperative Commonwealth School

Aliran ini merupakan cerminan sikap yang menginginkan  dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat.

M. Hatta dalam pidatonya tgl. 23 Agustus 1945 dg judul “Indonesia Aims and Ideals”, mengatakan bahwa yang dikehendaki bangsa Indonesia adalah suatu kemakmuran masyarakat yang berasaskan koperasi (what we Indonesias want to bring into existence is a Cooperative Commonwealth)

 

Menurut saya, Koperasi Kisel sesuai dengan aliran ini karena sesuai dengan apa yang dikatakan oleh M. Hatta dalam pidatonya bahwa yang dikehendaki bangsa Indonesia adalah suatu kemakmuran masyarakat yang berasaskan koperasi. Koperasi Kisel turut mensejahterahkan bagi para anggotanya dan memberi pelayanan terbaik bagi kepuasan pelanggan.

 

         School of Modified Capitalism / School of Competitive Yardstick

Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai suatu bentuk kapitalisme, namun memiliki suatu perangkat peraturan yang menuju pada pengurangan dampak negatif dari kapitalis.

 

Menurut saya, Koperasi Kisel kurang sesuai dengan Aliran ini karena Kisel bukan suatu bentuk kapitalisme dengan tujuan mendapatkan keuntungan, tetapi guna melayani anggotanya (meningkatkan kesejahteraan) dan melayani pasar (ekspansi pasar).

 

         The Socialist School

Suatu paham yang menganggap koperasi  sebagai bagian dari sistem sosialis

Menurut saya, Koperasi Kisel tidak sebagai bagian dari sistem sosialis karena koperasi ini tidak direncanakan maupun dikendalikan oleh pemerintah, tetapi dengan Koperasi Kisel sendiri.

 

         Cooperative Sector School

Paham yang menganggap filsafat koperasi sebagai sesuatu yang berbeda dari kapitalisme maupun sosialisme, dan karenanya berada di antara  kapitalis dan sosialis.

 

Menurut saya, Koperasi Kisel tidak menerapkan aliran ini. Koperasi Kisel menggunakan ideologi pancasila yang dimana memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup dengan melayani anggotanya (meningkatkan kesejahteraan) dan melayani pasar (ekspansi pasar),  berbeda jika dibandingkan dengan kapitalisme maupun sosialis.

 

1.4  Sejarah Koperasi Telekomunikasi Selular

 

Koperasi Telekomunikasi Selular atau "Kisel" didirikan pada tanggal 23 Oktober 1996, sebagai entity support kebutuhan internal Telkomsel terutama untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia pendukung dan proyek pencetakan invoice yang tersebar di 14 Wilayah. Pada tahun 2001, Kisel melakukan konsolidasi menjadi 9 Wilayah, yaitu Sumbagut, Sumbagsel, Jabotabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Balinusra, Kalimantan, dan Sumalirja. Akhir tahun 2010, wilayah kerja Kisel semakin bertambah menjadi 10 Wilayah dengan dibentuknya Kisel Sumbagteng. Seiring dengan perkembangan bisnis, pada akhir tahun 2015, wilayah Sumalirja diputuskan untuk dipecah menjadi dua wilayah, yaitu Wilayah Sulawesi dan Wilayah Papua Maluku (Puma), sehingga pada saat ini Kisel telah memiliki 11 Kantor Wilayah dan 41 Kantor Cabang yang tersebar dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam hingga Papua, serta memiliki 4.358 anggota di seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari Karyawan tetap PT Telkomsel.

 

Referensi :

Kisel Indonesia. (2017). Koperasi Telekomunikasi Indonesia. [Online] Available from : http://www.kiselindonesia.com/. [Accessed : 1 November 2019].

Kisel Indonesia. (2017). Profil Perusahaan. [Online] Available from : http://www.kiselindonesia.com/profil-organisasi [Accessed : 1 November 2019].

Kisel Indonesia. (2017). Budaya Organisasi. [Online] Available from : http://www.kiselindonesia.com/budaya-organisasi [Accessed : 1 November 2019].

Kisel Indonesia. (2017). Pengantar Ketua Pengurus. [Online] Available from : http://www.kiselindonesia.com/pengantar-ketua-pengurus [Accessed : 1 November 2019].

Anon. (n.d.) Bahan Ekonomi Koperasi. Unpublished.